• (0274) 391007, 391288
  • rsudwonosari06@gmail.com

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT BERKOLABORASI DENGAN MAHASISWA PKL DALAM MEMBERI EDUKASI KESEHATAN PENGUNJUNG RUMAH SAKIT


Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan permasalahan kesehatan semakin kompleks dimana terjadi Global Burden Non-Communicable Diseases (NCDs), termasuk di Indonesia. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan perorangan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan kesehatan melalui promosi kesehatan.

''Di Indonesia, Global Burden NCDs dapat dibuktikan di antaranya dengan tingginya prevalensi TBC dan stunting, serta rendahnya cakupan imunisasi. Karena itu, pelayanan kesehatan perlu diarahkan pada upaya promotif dan preventif,'' kata Nila pada Konferensi Nasional Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) ke-4 di Jakarta.

Konferensi Nasional PKRS merupakan ajang dikusi dari berbagai pemangku kepentingan, penyelenggara, praktisi dan akademisi, yang hasilnya menjadi rekomendasi untuk ditindaklanjuti dari berbagai pihak.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kirana Pritasari mengatakan sebelumnya Konferensi Nasional PKRS ke-3 telah digelar di D.I Yogyakarta. Konferensi tersebut menghasilkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 44 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit .

''Konferensi sebelumnya telah menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang diformulasikan menjadi permenkes (nomor 44 tahun 2018). Di situ ada langkah-langkah yang harus dilakukan, strategi yang harus dipenuhi oleh rumah sakit,'' katanya.

Dalam Permenkes itu rumah sakit wajib menyelenggarakan PKRS dengan prinsip paradigma sehat, kesetaraan, kemandirian, keterpaduan, dan kesinambungan. Yang menjadi standar PKRS adalah rumah sakit harus memiliki regulasi promosi kesehatan, melaksanakan assessment promosi kesehatan bagi pasien, keluarga pasien, SDM rumah sakit, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar rumah sakit.Selain itu, rumah sakit juga melaksanakan intervensi promosi kesehatan dan monitoring evaluasi promosi kesehatan.

PKRS tidak hanya berlaku di Indonesia, tapi seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Collaborating Centre for Health Promotion in Health and Health Care, menekankan agar rumah sakit melakukan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit dalam melaksanakan pelayanan kesehatan.

Dalam mengimplementasikan promosi kesehatan di rumah sakit memerlukan kolaborasi dalam mendukung sistem yang terintegrasi. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat menentukan agar promosi kesehatan bisa dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.

Salah satu kolaborasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari  adalah bekerjasama denga mahasiswa Praktek Kerja Lapangan untuk ikut memberi edukasi kesehatan dalam rangka pencegahan penyakit. 
Hari ini Jumat (05/04) Mahasiswa Poltekes Jurusan Gizi melakukan edukasi Gizi tentanga "ISI PIRINGMU"  dan pencegahan terhadap penyakit Hipertensi ditinjau dari segi makanan. Acara dilakukan di tempat tunggu pasien rawat inap. Pada kesempatan itu mahasiswa memakai media poster dan leaflet  untuk mengedukasi pengunjung. Lokasi yang dipilih adalah di Ruang Tunggu Pintu Masuk Rawat Inap karena masyarakat yang berkumpul disini bukan pasien tapi justru masyarakat umum yang akan membesok pasien yang notabene sedang dalam keadaan sehat. . Sehingga tujuan promosi kesehatan untuk mencegah penyakit dapat tercapai. 

Acara dimulai pukul 10.00 WIB  dan selesai pukul 11.00 WIB. Evaluasi dilakukan mahasiswa PKL dengan melakukan tanya jawab di akhir acara. 
"Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari  terus berusaha merubah perilaku pengunjung dari perilaku yang tidak sehat ke perilaku yang sehat."

Semoga. 

(Redaksi)

  • By admin
  • 05 April 2019
  • 17

Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru


LAYANAN UNGGULAN DI RSUD WONOSARI

Berdasarkan SK Direktur RSUD Wonosari No 229/KPTS/2018 tentang Penetapan Layanan…

VISITASI RUMAH SAKIT PONEK DI RSUD WONOSARI

Rumah sakit PONEK merupakan rumah sakit rujukan yang memberikan pelayanan…