• (0274) 391007, 391288
  • rsudwonosari06@gmail.com

KAPAN RAMBUT BAYI HARUS DICUKUR?


Salah satu kebiasaan yang melekat di masyarakat Indonesia saat ada bayi baru lahir adalah tradisi mencukur rambut. Ada yang mengatakan rambut bayi harus dicukur pada hari ketujuh, sementara ada pula yang melakukan tradisi tersebut pada hari keempat puluh. Manakah yang lebih tepat?

Pada dasarnya, tidak ada waktu khusus kapan rambut bayi harus dicukur untuk pertama kalinya.

“Boleh dicukur, boleh tidak,” tegas Dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K), ahli perinatologi dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Rambut pertama bayi, atau dikenal juga dengan velus, akan rontok sendirinya pada bulan-bulan pertama. Tanpa dicukurpun, rambut halus tersebut akan rontok pada waktunya.

Rambut manusia akan melewati tiga fase pertumbuhan, yaitu fase tumbuh, fase istirahat, dan fase lepas. Setiap helai rambut mungkin berada pada fase pertumbuhan yang berbeda sehingga seringkali nampak ada area kulit kepala bayi yang agak jarang rambutnya, sementara bagian lain tampak lebat. Memotong--ataupun tidak memotong--rambut bayi tidak mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ataupun membuat rambut tampak “lebih tebal”.

Pada bayi yang sudah lebih besar, rambut boleh dicukur sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, ketika rambut sudah terlalu panjang sehingga menutupi mata atau mengganggu anak bergerak dan bermain. Saat memotong rambut, pastikan keamanan dan kenyamanan anak. Hindari membuat anak ketakutan dan pastikan kebersihan alat-alat yang digunakan seperti gunting, pisau cukur, dan sisir.

Nyatanya, hal yang lebih penting dilakukan daripada memotong rambut adalah menjaga kebersihan kulit kepala. Rambut bayi sebaiknya dikeramas setiap dua sampai tiga hari sekali menggunakan sampo yang sesuai. Tidak disarankan untuk keramas tiap hari karena dapat menghilangkan lapisan lemak kulit kepala dan menyebabkan kulit kering.

Salah satu masalah yang sering ditemui terkait kulit kepala adalah dermatitis seboroik, yang muncul sebagai lapisan atau serpihan berawarna kuning berminyak yang menempel pada kulit kepala. Kondisi ini kadang baru disadari ketika rambut bayi dicukur hingga botak. Pada bayi dengan kondisi ini, gunakanlah sampo hipoalergenik, karena salah satu penyebabnya adalah alergi.

 

Penulis: Dr. Ireska Tsaniya Afifa

Narasumber: Dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K)

Ikatan Dokter Anak Indonesia

 

  • By admin
  • 08 Agustus 2018
  • 17

Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru


DIREKTUR MELANTIK DAN MENGAMBIL SUMPAH PEJABAT FUNGSIONAL RSUD WONOSARI

Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati,Sp.A, Kamis  (6/9) kembali melantik…

SOSIALISASI PROGRAM RUJUK BALIK ( PRB )

RSUD Wonosari hari ini, 23/8,kembali mengadakan temu pelanggan dg nara…

Bupati Gunungkidul Hadiri Donor Darah Massal di RSUD Wonosari.

Bupati Gunungkidul (15/8) menghadiri donor darah massal yg diselenggarakan oleh…

Sosialisasi Pendaftaran Online

Sosialisasi metode pendaftaran online "PATHILO" di poliklinik (depan poli kulit),…

KAPAN RAMBUT BAYI HARUS DICUKUR?

Salah satu kebiasaan yang melekat di masyarakat Indonesia saat…