• (0274) 391007, 391288
  • rsudwonosari06@gmail.com

BERIKAN ASI UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL


Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan, yang fungsinya tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun. Pemberian ASI merupakan pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak.

Bukan rahasia lagi, bahwa anak yang mendapatkan ASI Eksklusif dan pola asuh yang tepat akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan tidak mudah sakit. Selain itu, pemberian ASI mampu mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak sehingga diharapkan akan menjadi anak dengan ketahanan pribadi yang mampu mandiri.

Menyusui merupakan salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi individu. Angka kematian bayi menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu negara, dan bahkan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa. Salah satu cara untuk menekan angka kematian bayi adalah dengan memberikan makanan terbaik, yaitu air susu ibu (ASI). Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mengurangi hingga 13 persen angka kematian balita.

Studi dari The Global Breastfeeding Collective, pada 2017 menunjukkan bahwa satu negara akan mengalami kerugian ekonomi sekitar $300 milyar pertahun akibat rendahnya cakupan ASI Eksklusif yang berdampak pada meningkatnya risiko kematian ibu dan balita serta pembiayaan kesehatan akibat tingginya kejadian diare dan infeksi lainnya.

Pemerintah terus berkomitmen memberikan pembinaan dan dorongan kepada para ibu agar berhasil dalam inisiasi menyusu dini (IMD), memberikan ASI eksklusif (hanya ASI saja sampai usia 6 bulan), dan meneruskan pemberian ASI sampai berumur 2 tahun atau lebih didampingi makanan pendamping yang tepat. Selain itu, Kemenkes juga menyuarakan agar anak senantiasa mendapat pola pengasuhan yang tepat untuk tumbuh kembang yang optimal.

Aksi bersama diperlukan untuk mencapai sasaran World Health Assembly (WHA), yaitu minimal 50% pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pada tahun 2025. Berbagai hambatan yang dihadapi untuk dapat menyusui secara optimal, salah satu yang terbesar adalah kurangnya dukungan bagi orang tua di tempat kerja.

Keberhasilan menyusui merupakan upaya bersama, membutuhkan informasi yang benar, dan dukungan kuat untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan ibu dapat menyusui secara optimal. Meskipun menyusui adalah keputusan ibu, namun akan lebih baik adanya dukungan kuat dari para ayah, keluarga, teman, tempat kerja dan masyarakat. Karena menyusui melibatkan ibu dan pendukung terdekatnya atau ayah, sehingga dibutuhkan perlindungan sosial orangtua yang adil gender terkait dengan menyusui menjadi sangat penting.

Perlindungan sosial orangtua yang adil gender mencakup beberapa hal, seperti cuti hamil/melahirkan bagi ibu, bahkan cuti berbayar, serta dukungan tempat kerja dapat membantu menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk dapat menyusui, baik pada sektor kerja formal maupun informal.

Sumber : https://index.php/content/detail/20501/berikan-asi-untuk-tumbuh-kembang-optimal/0/artikel_gpr

  • By admin
  • 07 Oktober 2019
  • 17

Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru


EDUKASI TENTANG PIJAT BAYI DI RUANG DAHLIA 2

RSUD Wonosari terus berupaya memberikan pelayanan yang prima kepada pasien…

EDUKASI TENTANG ANEMIA DAN HIPERTENSI KEPADA CALON JEMAAH HAJI

Sebagaimana data dari Tim Kesehatan Haji Dinkes Kabupaten Gunungkidul  bahwa…

CEK KESEHATAN CALON JEMAAH HAJI DI AULA AMARYLIS RSUD WONOSARI

Hari ini, Senin (14/10) dilakukan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji …

IKATAN DOKTER ANAK (IDAI) YOGYAKARTA ROADSHOW PENGABDIAN MASYARAKAT DI RSUD WONOSARI

Salah satu program kegiatan Ikatan Dokter Anak (IDAI) Propinsi DIY…

FLASHBACK POTRET SEHAT INDONESIA DARI RISET KESEHATAN DASAR 2018

Bapak ibu pembaca Website RSUD Wonosari yang kami hormati. Redaksi…